Tampilkan postingan dengan label properti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label properti. Tampilkan semua postingan

Interior Designer Bongkar 9 Barang yang Membuat Rumah Terasa Sumpek

Selasa, 02 Juni 2026
Rumah yang terasa nyaman tidak selalu harus luas. Banyak interior designer justru menilai bahwa kerapian dan pemilihan barang jauh lebih penting dibanding ukuran ruangan itu sendiri. Tidak sedikit rumah dengan ukuran minimalis tetap terasa lega karena penataannya tepat. Bahkan, saat ini banyak developer property mulai mengusung konsep hunian compact living yang mengutamakan efisiensi ruang agar rumah tetap nyaman meski berdiri di lahan terbatas.

Sebaliknya, rumah besar pun bisa terasa sempit dan sumpek jika terlalu banyak barang yang memenuhi area. Tanpa disadari, beberapa benda yang sering ada di rumah ternyata menjadi penyebab utama ruangan terlihat penuh, berantakan, dan kurang estetik. Apalagi tren hunian modern saat ini lebih mengutamakan konsep clean look, multifungsi, dan efisiensi ruang.

Berikut 9 barang di rumah yang bikin ruangan cepat terlihat sumpek menurut interior designer.

1. Terlalu Banyak Pajangan Kecil


Pajangan memang bisa mempercantik interior rumah. Namun jika jumlahnya terlalu banyak, terutama yang berukuran kecil-kecil, ruangan justru terlihat ramai dan melelahkan secara visual.

Interior designer biasanya menyarankan untuk memilih beberapa dekorasi utama saja sebagai focal point. Misalnya satu vas besar, lukisan minimalis, atau tanaman indoor berukuran sedang. Dibanding memajang puluhan miniatur atau aksesori kecil di setiap sudut rumah, tampilan sederhana justru terlihat lebih elegan.

2. Sofa Berukuran Terlalu Besar


Banyak orang membeli sofa besar demi kenyamanan, padahal ukurannya belum tentu cocok dengan luas ruang tamu. Sofa oversized sering membuat area gerak menjadi sempit dan ruangan terasa penuh.

Untuk rumah minimalis, pilih sofa dengan desain ramping dan kaki terbuka agar ruangan terlihat lebih ringan. Warna-warna netral seperti beige, abu muda, atau putih gading juga membantu menciptakan kesan luas.

3. Rak Terbuka yang Penuh Barang


Rak terbuka memang sedang populer karena memberi kesan modern. Namun jika seluruh rak dipenuhi barang tanpa penataan yang rapi, hasilnya justru membuat rumah tampak berantakan.

Interior designer biasanya menyarankan kombinasi antara open shelf dan closed storage. Gunakan rak terbuka hanya untuk beberapa dekorasi penting, sementara barang lain disimpan di lemari tertutup agar visual ruangan tetap clean.

4. Kardus Bekas yang Menumpuk


Kebiasaan menyimpan kardus bekas belanja online sering menjadi penyebab rumah terasa sesak. Banyak orang berpikir kardus tersebut mungkin akan dipakai lagi suatu hari nanti, padahal akhirnya hanya menumpuk di sudut ruangan atau gudang.

Selain mengganggu estetika, kardus juga mudah menjadi sarang debu dan serangga. Jika memang tidak digunakan lagi, sebaiknya segera didaur ulang atau dibuang.

5. Tirai dengan Motif Terlalu Ramai


Tirai memiliki pengaruh besar terhadap tampilan interior rumah. Motif yang terlalu ramai atau warna yang terlalu gelap dapat membuat ruangan terasa sempit dan berat.

Untuk menciptakan kesan lega, gunakan tirai polos dengan warna terang. Material yang ringan seperti linen atau sheer curtain juga membantu pencahayaan alami masuk lebih maksimal sehingga ruangan terasa lebih lapang.

6. Meja dengan Banyak Barang di Atasnya


Meja makan, meja kerja, atau coffee table sering menjadi tempat menaruh berbagai benda secara acak. Mulai dari charger, kunci, tisu, botol minum, hingga dokumen yang sebenarnya tidak digunakan setiap hari.

Menurut interior designer, permukaan meja yang terlalu penuh akan membuat rumah terlihat cluttered. Biasakan menyisakan area kosong di atas meja agar ruangan tampak lebih rapi dan nyaman dipandang.

7. Koleksi Bantal Berlebihan


Bantal dekorasi memang membuat sofa atau tempat tidur terlihat menarik. Namun jika jumlahnya terlalu banyak, ruangan justru terasa sesak.

Cukup gunakan dua hingga empat bantal dekoratif dengan warna yang senada. Selain lebih nyaman digunakan, tampilan ruangan juga terlihat lebih modern dan tidak berlebihan.

8. Kabel yang Berantakan


Kabel elektronik sering menjadi detail kecil yang diabaikan, padahal sangat memengaruhi visual ruangan. Kabel TV, charger, extension, hingga kabel colokan listrik yang menjuntai ke mana-mana membuat rumah terlihat tidak rapi.

Interior designer biasanya menyarankan penggunaan cable organizer atau menyembunyikan kabel di balik furniture agar tampilan rumah lebih clean. Penataan kabel yang baik juga membuat ruangan terasa lebih lega dan aman untuk aktivitas sehari-hari.

9. Furniture yang Tidak Multifungsi


Salah satu kesalahan umum dalam menata rumah minimalis adalah menggunakan terlalu banyak furniture dengan fungsi tunggal. Misalnya meja tambahan yang jarang dipakai atau lemari besar yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Jika ingin melakukan bongkar pasang furniture atau merapikan gudang rumah, keselamatan tetap perlu diperhatikan. Gunakan sarung tangan anti cutting ketika memindahkan rak besi, kaca dekorasi, atau furniture dengan sudut tajam agar tangan tetap terlindungi dari risiko luka gores.

Saat ini banyak furniture multifungsi yang lebih efisien untuk rumah modern, seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan atau meja lipat yang bisa disimpan kembali setelah digunakan. Furniture seperti ini membantu menghemat ruang sekaligus menjaga rumah tetap terasa lapang.

Rumah Rapi, Pikiran Lebih Nyaman


Ruangan yang nyaman bukan hanya soal desain mahal atau rumah berukuran besar, tetapi juga tentang kemampuan memilih barang yang benar-benar diperlukan. Semakin sedikit visual yang mengganggu, semakin nyaman pula suasana di dalam rumah.

Mulailah memilah barang yang sudah tidak terpakai dan fokus pada konsep interior yang sederhana namun fungsional. Dengan penataan yang tepat, rumah minimalis sekalipun bisa terasa lebih luas, estetik, dan jauh dari kesan sumpek.

7 Kesalahan Desain Rumah yang Bikin Hunian Terasa Gerah (Dan Cara Mengatasinya)

Kamis, 30 April 2026
Rumah yang terasa panas dan pengap sering kali bukan hanya disebabkan oleh cuaca, tetapi juga kesalahan dalam desain. Banyak orang terlalu fokus pada tampilan estetika tanpa memperhatikan sirkulasi udara dan pemilihan material. Akibatnya, rumah terasa gerah bahkan saat cuaca tidak terlalu terik.

Atasi Kesalahan Desain Rumah yang Sering Terjadi


Agar hunian tetap nyaman tanpa harus selalu bergantung pada AC, berikut tujuh kesalahan desain rumah yang sering terjadi beserta cara mengatasinya.

1. Ventilasi yang Minim atau Tidak Efektif


Sirkulasi udara yang buruk menjadi penyebab utama rumah terasa panas. Tanpa aliran udara yang baik, panas akan terjebak di dalam ruangan.

Solusi:

Gunakan konsep ventilasi silang (cross ventilation) dengan membuat bukaan di dua sisi berlawanan. Ini memungkinkan udara segar masuk dan udara panas keluar secara alami.

2. Salah Memilih Material Atap


Material atap sangat berpengaruh terhadap suhu dalam rumah. Atap berbahan logam atau beton tanpa pelindung dapat menyerap panas berlebih dan menyalurkannya ke dalam ruangan.

Solusi:

Pertimbangkan penggunaan material yang lebih tahan panas yakni atap uPVC yang dikenal mampu meredam suhu dan mengurangi panas berlebih. Selain itu, tambahkan lapisan insulasi agar suhu di dalam rumah tetap stabil.

3. Terlalu Banyak Dinding Beton


Dinding beton memang kokoh, tetapi juga menyimpan panas dalam waktu lama. Ini membuat ruangan tetap panas meskipun matahari sudah tidak terik.

Solusi:

Kombinasikan dengan material lain seperti roster atau bukaan ventilasi kecil agar panas tidak terperangkap di dalam ruangan.

4. Jendela Kecil atau Tidak Strategis


Jendela yang terlalu kecil atau tidak ditempatkan dengan baik akan menghambat masuknya cahaya dan udara alami.

Solusi:

Gunakan jendela berukuran cukup besar dan tempatkan di posisi yang memungkinkan sirkulasi udara maksimal. Tambahkan shading seperti tirai atau kanopi untuk mengurangi panas matahari langsung.

5. Plafon Terlalu Rendah


Plafon rendah membuat udara panas terasa lebih cepat karena tidak ada ruang bagi panas untuk naik ke atas.

Solusi:

Buat plafon lebih tinggi agar sirkulasi udara lebih optimal. Alternatif lainnya adalah menambahkan ventilasi di bagian atas ruangan.

6. Minim Area Resapan dan Ruang Terbuka


Banyak rumah modern menggunakan halaman full beton tanpa area resapan. Ini menyebabkan panas dari permukaan tanah memantul kembali ke dalam rumah.

Solusi:

Gunakan material paving block di area halaman. Selain membantu penyerapan air, paving block juga cenderung tidak memantulkan panas sebanyak beton cor. Tambahkan tanaman hijau agar lingkungan rumah terasa lebih sejuk.

7. Tata Letak Ruangan yang Kurang Tepat


Penempatan ruangan seperti dapur di tengah rumah tanpa ventilasi dapat membuat panas terjebak dan menyebar ke seluruh area.

Solusi:

Pastikan dapur memiliki ventilasi yang baik dan ditempatkan di area yang memungkinkan udara panas keluar dengan mudah.

Rumah yang nyaman tidak hanya bergantung pada desain visual, tetapi juga pada bagaimana hunian tersebut mampu menjaga suhu tetap sejuk. Kesalahan kecil seperti pemilihan material atau kurangnya ventilasi bisa berdampak besar pada kenyamanan sehari-hari.

Dengan memilih material yang tepat seperti atap uPVC serta memperhatikan elemen eksterior seperti penggunaan paving block dan penambahan ruang hijau, Anda bisa menciptakan rumah yang lebih adem, sehat, dan hemat energi.

Kamar Mandi Sebagai “Sanctuary” Pribadi: Melarikan Diri dari Hiruk Pikuk Dunia di Rumah Sendiri - JOMOO

Selasa, 17 Februari 2026
Di era notifikasi tanpa henti dan ritme hidup yang semakin cepat, kebutuhan akan ruang untuk benar-benar berhenti sejenak menjadi semakin penting. Banyak orang mencari ketenangan lewat liburan atau aktivitas khusus, padahal sebuah sanctuary pribadi sebenarnya bisa diciptakan di rumah sendiri. Salah satu ruang paling ideal untuk tujuan ini adalah kamar mandi.

Kamar mandi adalah tempat paling personal—ruang di mana kita bisa benar-benar sendiri, tanpa tuntutan sosial dan distraksi teknologi. Dengan pendekatan desain yang tepat, kamar mandi dapat berubah fungsi menjadi tempat isolasi yang menenangkan, sebuah ruang untuk memulihkan energi dan kejernihan batin.


Filosofi Sanctuary: Ruang untuk Menarik Diri


Konsep sanctuary bukan tentang kemewahan berlebihan, melainkan tentang rasa aman, tenang, dan terlepas dari gangguan. Dalam konteks kamar mandi, ini berarti menciptakan suasana yang mengundang keheningan. Tidak ada layar, tidak ada suara notifikasi—hanya air, cahaya lembut, dan ruang yang terasa memeluk.

Desain yang mendukung filosofi ini biasanya menghindari visual yang terlalu ramai. Warna-warna netral, tekstur alami, serta tata letak yang rapi membantu pikiran melambat secara alami. Ketika ruang tidak “berisik”, batin pun punya kesempatan untuk bernapas.


Menjauhkan Teknologi, Mendekatkan Diri


Sebagai sanctuary, kamar mandi sebaiknya bebas dari kehadiran teknologi yang tidak perlu. Tidak ada televisi, tidak ada gadget, bahkan jam pun sering kali ditiadakan. Tujuannya sederhana: membantu kita hadir sepenuhnya pada momen.

Sebagai gantinya, fokus diarahkan pada pengalaman sensorik—suara air, aroma lembut, sentuhan material yang nyaman. Elemen-elemen ini bekerja secara halus namun efektif untuk menenangkan sistem saraf setelah hari yang penuh tekanan.


Material yang Menghadirkan Ketenangan


Material memainkan peran besar dalam membangun suasana sanctuary. Permukaan yang terasa dingin dan alami seperti batu atau keramik berkualitas memberikan kesan stabil dan bersih. Tekstur yang tidak berlebihan membantu ruang terasa jujur dan apa adanya.

Pemilihan produk sanitary berbahan keramik sangat relevan dalam konteks ini. Keramik dikenal tahan lama, mudah dirawat, dan memiliki karakter visual yang tenang. Permukaannya yang halus namun solid memberi rasa nyaman, sekaligus mendukung kebersihan dan ketahanan jangka panjang—dua hal penting dalam ruang personal yang digunakan setiap hari.


Cahaya dan Ruang untuk Bernapas


Pencahayaan lembut adalah elemen kunci dalam sanctuary pribadi. Cahaya alami yang masuk melalui jendela tinggi atau skylight sangat ideal. Jika mengandalkan lampu, gunakan pencahayaan tidak langsung dengan warna hangat agar ruang terasa lebih intim.

Ruang yang tidak terlalu penuh juga penting. Sanctuary bukan tempat untuk memajang banyak barang, melainkan ruang yang sengaja “dikosongkan” agar pikiran ikut lega. Setiap elemen yang hadir memiliki fungsi dan alasan keberadaannya.


Free Standing Oval Bathtub sebagai Pusat Sanctuary


Dalam kamar mandi yang dirancang sebagai sanctuary, bathtub sering menjadi pusat pengalaman. Free standing oval bathtub secara khusus menghadirkan kesan lembut dan menenangkan melalui bentuknya yang mengalir tanpa sudut tajam. Siluet oval terasa lebih organik, selaras dengan filosofi ketenangan dan keintiman ruang.

Diletakkan sebagai elemen utama, bathtub ini mengundang kita untuk berhenti sejenak—berendam, bernapas, dan melepaskan ketegangan. Tidak hanya fungsional, bentuknya juga memperkuat karakter kamar mandi sebagai ruang refleksi, bukan sekadar ruang utilitas.

Dipadukan dengan produk sanitary berbahan keramik yang berkualitas, keseluruhan ruang terasa konsisten: bersih secara visual, nyaman secara fisik, dan menenangkan secara emosional.


Sanctuary yang Bisa Anda Ciptakan Sendiri


sanctuary-pribadi


Menjadikan kamar mandi sebagai sanctuary pribadi bukan soal mengikuti tren, melainkan mendengarkan kebutuhan diri sendiri. Ruang yang tenang, bebas gangguan, dan dirancang dengan penuh kesadaran bisa menjadi tempat “melarikan diri” paling sederhana namun paling efektif—tanpa harus keluar rumah.

Jika Anda ingin mulai menciptakan kamar mandi yang berfungsi sebagai sanctuary pribadi, Anda bisa mengeksplorasi inspirasi desain serta pilihan free standing oval bathtub dan produk sanitary berbahan keramik melalui website jomoo.co.id. Karena terkadang, ketenangan yang kita cari di luar justru bisa ditemukan di ruang paling personal di rumah sendiri.

Temukan Kenyamanan Hunian Idaman Berkonsep Livable City Sinar Mas Land

Jumat, 17 November 2023
Apakah sobat jurus seorang yang mendambakan hunian yang nyaman? Manusiawi kita menginginkan yang terbaik, ya, kan? Apalagi di zaman dengan mobilitas tinggi seperti saat ini. Setelah lelah bekerja seharian, saatnya kembali ke kediaman dengan perasaan lega melepas penat.

Bagaimana kalau hunian yang baik adalah berkat dukungan Livable City (kota layak huni) yang menyediakan akses setara terhadap kebutuhan hidup seperti hunian yang baik, mobilitas, kualitas hidup, hingga layanan pendidikan serta lingkungan kerja? Wah, komplet sekali, ya?

Ternyata ada, lo, kota yang dapat memenuhi kebutuhan dasar dan memberikan kenyamanan bagi masyarakatnya. Kebutuhan dasar seperti ketersediaan perumahan yang layak, air bersih, jaringan listrik, sanitasi, ketercukupan pangan, dan lainnya benar-benar tak bikin penghuni kebingungan lagi. Semua ada, sesuai kebutuhan.

Sinar Mas Land kembangkan konsep Livable City


Sebagai pengembang yang peduli terhadap kehidupan masyarakat yang lebih baik, Sinar Mas Land tengah bergerak menuju pengembangan Livable City di setiap proyek yang dikelola.

Sinar Mas Land mengembangkan Livable City dengan dukungan empat pilar sebagai konsep pembangunannya.

Live


sarana dan prasarana yang mendukung kebutuhan hidup masyarakat. Misalnya, hunian, pusat perbelanjaan, ruang publik, akses jalan, dan keamanan.

Learn


sarana dan prasarana yang mendukung kebutuhan pendidikan masyarakat. Misalnya, sekolah formal, sekolah vokasional, sekolah dasar hingga atas, serta universitas nasional dan internasional.

Work


sarana dan prasarana yang mendukung kebutuhan profesional dan lapangan kerja. Misalnya, pusat perkantoran, green office, kota industri, serta area komersial.

Play


sarana dan prasarana yang mendukung kebutuhan emosional dan rekreasi masyarakat. Misalnya, pusat olahraga, taman rekreasi, ruang pameran, hingga pusat kuliner.

Penerapan Konsep Pembangunan Livable City di Indonesia


Penerapan konsep pembangunan Livable City di Indonesia telah dilakukan oleh berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat.

Pemerintah


Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendukung pembangunan Livable City.

  • Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang menargetkan peningkatan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
  • Peraturan Presiden Nomor 18/2020 tentang Percepatan Pembangunan Kota Layak Huni (Livable City).
  • Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 12/2022 tentang Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional.

Tujuan Kebijakan Pemerintah

Kebijakan-kebijakan tersebut antara lain bertujuan untuk:

  • Meningkatkan ketersediaan perumahan yang layak.
  • Meningkatkan akses terhadap air bersih.
  • Meningkatkan akses terhadap jaringan listrik.
  • Meningkatkan akses terhadap sanitasi.
  • Meningkatkan ketersediaan fasilitas umum dan sosial.
  • Meningkatkan ketersediaan ruang terbuka hijau.
  • Meningkatkan ketersediaan transportasi umum yang memadai.
  • Meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

Swasta

Swasta juga turut berperan dalam pembangunan Livable City.

  • Pembangunan perumahan yang layak.
  • Penyediaan air bersih.
  • Penyediaan jaringan listrik.
  • Penyediaan sanitasi.
  • Pembangunan fasilitas umum dan sosial.
  • Pelestarian ruang terbuka hijau.
  • Pengembangan transportasi umum.
  • Peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Masyarakat


Masyarakat juga dapat berperan dalam pembangunan Livable City.

  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Menggunakan transportasi umum.
  • Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup.

Proyek-Proyek yang Telah Dijalankan oleh Sinar Mas Land Berhubungan dengan Livable City


Sinar Mas Land, sebagai salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia, telah menerapkan konsep pembangunan Livable City di berbagai proyeknya. Berikut adalah beberapa proyek yang telah dijalankan oleh Sinar Mas Land berhubungan dengan Livable City.

BSD City

bsd-city.webp


BSD City merupakan salah satu proyek township terintegrasi terbesar di Indonesia yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land. Proyek ini telah menerapkan konsep Livable City dengan berbagai fasilitas umum dan sosial yang lengkap, seperti taman kota, ruang terbuka hijau, fasilitas olahraga, pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, dan lainnya. Selain itu, BSD City juga telah mengembangkan transportasi umum yang nyaman dan terjangkau.

Grand Wisata

grand-wisata.webp


Grand Wisata merupakan proyek township yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land di Bekasi, Jawa Barat. Proyek ini juga telah menerapkan konsep Livable City dengan berbagai fasilitas umum dan sosial yang lengkap, seperti taman kota, ruang terbuka hijau, fasilitas olahraga, pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, dan lainnya. Selain itu, Grand Wisata juga telah mengembangkan transportasi umum yang nyaman dan terjangkau.

Kota Wisata

kota-wisata.webp


Kota Wisata merupakan proyek township yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land di Cibubur, Jawa Barat. Proyek ini juga telah menerapkan konsep livable city dengan berbagai fasilitas umum dan sosial yang lengkap, seperti taman kota, ruang terbuka hijau, fasilitas olahraga, pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, dan lainnya. Selain itu, Kota Wisata juga telah mengembangkan transportasi umum yang nyaman dan terjangkau.

Kota Deltamas

deltamas.webp


Kota Deltamas merupakan proyek township yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land di Cikarang, Jawa Barat. Proyek ini juga telah menerapkan konsep Livable City dengan berbagai fasilitas umum dan sosial yang lengkap, seperti taman kota, ruang terbuka hijau, fasilitas olahraga, pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, dan lainnya. Selain itu, Kota Deltamas juga telah mengembangkan transportasi umum yang nyaman dan terjangkau.

Grand City Balikpapan

grand-city-balikpapan.webp


Grand City Balikpapan merupakan proyek township yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land di Balikpapan, Kalimantan Timur. Proyek ini juga telah menerapkan konsep Livable City dengan berbagai fasilitas umum dan sosial yang lengkap, seperti taman kota, ruang terbuka hijau, fasilitas olahraga, pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, dan lainnya. Selain itu, Grand City Balikpapan juga telah mengembangkan transportasi umum yang nyaman dan terjangkau.

Selain proyek-proyek di atas, Sinar Mas Land juga telah menerapkan konsep Livable City di berbagai proyek lainnya, seperti The Breeze BSD City, The Forest BSD City, The Alana BSD City, dan lainnya.

Penerapan Konsep Livable City di Proyek-Proyek Sinar Mas Land

Pelestarian ruang terbuka hijau


Sinar Mas Land telah berkomitmen untuk melestarikan ruang terbuka hijau di setiap proyeknya. Hal ini dilakukan dengan menyediakan taman kota, ruang terbuka hijau, dan fasilitas olahraga yang memadai.

Pengembangan transportasi umum

Sinar Mas Land telah mengembangkan transportasi umum yang nyaman dan terjangkau di setiap proyeknya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Peningkatan kualitas lingkungan hidup

Sinar Mas Land telah menerapkan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di setiap proyeknya. Hal ini dilakukan dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan dan menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Manfaat Penerapan Konsep Livable City di Proyek-Proyek Sinar Mas Land


Meningkatkan kualitas hidup masyarakat


Konsep Livable City dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan berbagai fasilitas umum dan sosial yang lengkap, serta lingkungan yang nyaman dan sehat.

Meningkatkan daya tarik investasi


Konsep Livable City dapat meningkatkan daya tarik investasi dengan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kegiatan ekonomi.

Meningkatkan daya saing kota


Konsep Livable City dapat meningkatkan daya saing kota dengan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Penutup


Bagaimana, apakah sobat jurus sudah tak sabar tinggal di hunian idaman yang telah menerapkan konsep Livable City seperti di proyek-proyek Sinar Mas Land?

Konsep pembangunan Livable City masih terus dilakukan di Indonesia. Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota dan mewujudkan kota yang berkelanjutan. (*)